Monday, April 30, 2012

Peredaran Narkoba Di Lapas



Oleh Sang Gede Purnama

            Indonesia saat ini tidak hanya sebagai Negara yang menjadi salah satu tempat peredaran narkoba bahkan ditemukan beberapa pabrik pembuatan narkoba. Ini menunjukkan bahwa begitu besarnya pasar narkoba di Indonesia. Beberapa terjerumus sebagai pengguna karena faktor lingkungan dan pergaulan yang kurang tepat. Dampak dari narkoba justru sangat membahayakan karena dapat merusak kesehatan diri, ikatan sosial masyarakat, merusak masa depan dan generasi mendatang.
            Banyak dari pengedar narkoba sudah tertangkap dan mendapatkan hukuman. Beberapa bahkan ada yang di hukum mati. Namun peredaran narkoba masih tetap banyak. Penjualan narkoba sepertinya begitu menguntungkan bagi sebagian orang sehingga rela melakukannya walaupun di ancam dengan hukuman berat. Lapas di Indonesia menjadi semakin penuh oleh pemakai dan pengedar narkoba yang juga mengkonsumsi narkoba.
            Salah satu permasalahan peredaran narkoba adalah beredarnya narkoba di lembaga pemasyarakatan (lapas). Bagaimana mungkin ini bisa terjadi ?. Lapas itu pengawasannya ketat dan peredaran narkoba di lapas jelas kegiatan ilegal.  Namun yang perlu kita perhatikan adalah lapas di Indonesia adalah salah satu pasar bagi pengedar narkoba. Pemakai narkoba banyak ditahan dilapas mereka rata-rata mempunyai uang. Realitanya saat tertangkap seringkali mereka belum dalam kondisi sembuh tapi masih ketergantungan pada narkoba. Kondisi ini menyebabkan mereka akan berusaha menggunakan segala cara untuk mendapatkan narkoba. Mulai dari menyogok oknum sipir lapas, menyelundupkan narkoba lewat pengunjung, melempar bungkus narkoba dari luar tembok lapas dan modus lainnya.
            Permasalahan yang terjadi saat ini kita menganggap kalau pemakai narkoba itu memiliki karakter seperti penjahat biasa sehingga bisa di campur dengan narapidana lainnya. Padahal mereka yang memakai narkoba adalah dalam kondisi ketergantungan obat yang sakit secara fisik dan psikologis. Mereka membutuhkan rehabilitasi medis untuk memulihkan kondisinya. Saat dimasukan lapas tanpa ada terapi medis maka ini tidaklah menyelesaikan masalah mereka karena mereka masih dalam kondisi ketergantungan obat. Segala upaya akan mereka lakukan untuk mendapatkan obat karena efek toleransi obat yakni untuk mendapatkan efek tertentu mereka membutuhkan dosis yang selalu bertambah. Sehingga mereka tidak akan ragu untuk membayar mahal untuk mendapatkan obat. Kesempatan inilah yang dilihat oleh oknum tertentu yang ingin mendapatkan uang dengan menjual obat kepada mereka. Salah satu cara bijak adalah sembuhkan dahulu mereka dari ketergantungan obat sehingga kegiatan jual-beli ini bisa terhenti.
            Upaya melakukan sidak pada pengguna narkotika di lapas hanya akan menghentikan kegiatan ini sementara. Akar permasalahannya justru pada adanya permintaan narkoba yang cukup besar dan adanya penawaran untuk itu sehingga terjadi transaksi. Mereka di penjara dalam posisi ketergantungan obat segala cara akan dilakukan untuk mendapatkan obat. Selama ini mereka tidak mendapatkan terapi medis di lapas untuk mengurangi ketergantungan obatnya sehingga kondisinya masih tetap sakit.
            Ditambah lagi dengan kondisi penjara di Indonesia yang sebagian besar sudah kelebihan kapasitas. Kondisi ini dapat memperparah keadaannya, beberapa napi yang tadinya tidak terlibat jaringan narkoba dapat saja menjadi pengedar. Contohnya napi curanmor karena berinteraksi dengan para napi narkoba bisa saja menjadi pengedar berikutnya bahkan residivis. Ini justru dapat memunculkan masalah baru lagi.

Pusat Rehabilitasi pemakai narkoba
            Menyiapkan pusat rehabilitasi khusus narkoba adalah salah satu solusinya. Mereka membutuhkan proses penyembuhan dari ketergantungan obat. Mempenjarakan bukanlah solusi yang tepat bagi permasalahan ini, menahan tetapi juga melakukan terapi medis barulah akan berhasil. Bukanlah rahasia lagi banyak pemakai obat yang di lapas tetapi masih ketergantungan obat. Ini disebabkan mereka hanya ditahan secara fisik tetapi penyakitnya belum sembuh. Mereka itu butuh pengobatan yang selama ini tidak maksimal didapatkan.
            Mereka yang di dalam lapas dalam kondisi ketergantungan obat sebaiknya memang mendapatkan terapi medis yang tepat dan di rehabilitasi sehingga bukannya berada pada lingkungan sesama napi yang masih ketergantungan obat seperti sekarang ini. Kondisi ini justru dapat memperparah keadaan ketergantungan mereka pada obat.
            Biasanya juga para pemakai obat juga seringkali kambuhan atau kembali memakai kalau memang di dalam dirinya tidak benar-benar ingin sembuh. Hal ini seringkali disebabkan karena faktor lingkungan mereka yang biasanya diajak oleh sesama pemakai. Pembangunan pusat rehabilitasi khusus narkoba diperlukan di Indonesia sehingga mereka dapat penanganan yang tepat.
           
Warga binaan rentan HIV/AIDS
            Kasus HIV/AIDS diantara warga binaan lembaga pemasyarakatan setiap tahun semakin meningkat. Pemakaian narkoba di lapas juga telah menyebabkan mereka rentan tertular penyakit salah satunya HIV/AIDS dan Hepatitis khususnya hepatitis B dan C. Penggunaan jarum suntik tidak steril dan saling bertukar menyebabkan mereka sangat rentan tertular HIV/AIDS dan hepatitis. Sampai saat ini masih dilematis program penanggulangan HIV/AIDS di lembaga pemasyarakatan. Kalau memberikan jarum suntik steril ke lapas kesannya ada pemakai narkoba aktif di lapas, namun kalau tidak diberikan maka mereka akan terinfeksi penyakit.
            Kita harus mengakui kalau ada peredaran narkotika disana setelah ditemukan bukti narkotika di lapas mengindikasikan masih ada yang memakai obat di dalam lapas. Sehingga tidak perlu menutupinya lagi dan program untuk melakukan pencegahan penularan HIV dan hepatitis di antara warga binaan dapat dilaksanakan. Program pemberiaan jarum suntik steril di lapas perlu dilakukan dan dilaksanakan secara rutin untuk mencegah penyebaran penyakitnya.

            Pendidikan tentang bahaya narkoba harus di mulai dari rumah tangga, pendidikan di sekolah, memberikan informasi dan edukasi ke masyarakat. Melakukan pemeriksaan urine rutin pada tempat-tempat hiburan malam untuk mencegah terjadinya peredaran narkoba. Selanjutnya yang tertangkap memakai agar segera mendapatkan terapi dan rehabilitasi untuk menyembuhkan ketergantungannya. Pengedar narkoba harus mendapatkan hukum yang seberat-beratnya agar mendapatkan efek jera. Upaya ini harus dilakukan secara berkesinambungan sehingga masalah narkoba dapat diselesaikan dengan baik di Indonesia.
           
Penulis adalah Dosen PS. Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fak. Kedokteran Universitas Udayana

Monday, April 2, 2012

Mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok

Oleh : Sang Gede Purnama


    Perokok setiap tahunnya terus saja bertambah jumlahnya. Dimana pangsa pasarnya di fokuskan pada anak-anak muda. Rokok seringkali menyebabkan masyarakat miskin menjadi miskin karena banyak uang yang dihabiskan untuk membeli rokok dibandingkan kebutuhan makan dan sehari-harinya. Orang yang sudah kecanduan nikotin lebih mementingkan merokok dibandingkan kebutuhan yang lainnya.
    Merokok juga dapat membuat seseorang berisiko untuk terkena berbagai penyakit seperti jantung koroner, kanker paru, mulut, tenggorokan, stroke, impotensi, gangguan kehamilan, janin dan lainnya. Dalam satu batang rokok terdapat 4000 bahan kimia beracun dan 69 diantaranya bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker. Setiap perokok telah meracuni dirinya sendiri dan orang lain setiap menghisap rokok.
    Padahal kerugian yang diakibatkan dampak merokok cukup besar dibandingkan cukai rokok yang diterima pemerintah kita. Besarnya biaya kesehatan pada penderita penyakit akibat merokok, biaya tidak langsung seperti kehilangan produktifitas, kecacatan, opportunity cost dan lainnya. Seringkali kurang diperhitungkan, dampak tersebut justru lebih besar biayanya dibandingkan dengan pajak yang dihasilkan oleh rokok. Alasan bahwa banyaknya petani yang menganggur kalau perusahaan rokok di tutup menjadi tidak ekonomis lagi dibandingkan akibat buruk kesehatan masyarakatnya. Lahan pertanian tembakau dapat dialihkan menjadi tanaman sayuran, buah, padi, palawija dan lainnya yang lebih bermanfaat lagi.
    Kebiasaan merokok telah membudaya dengan lingkungan  masyarakat kita  dimana di setiap acara biasanya disajikan rokok. Hal ini mendorong semakin banyak orang yang akan menjadi perokok. Generasi muda karena lingkungannya perokok mendapatkan tekanan sosial dari teman-temannya sehingga menjadi perokok sejak usia muda.
    Iklan rokok dapat kita lihat dimana-mana, beberapa kegiatan olahraga justru disponsori oleh perusahaan rokok. Hal ini malah membuat bingung masyarakat seolah-olah rokok itu menyehatkan padahal justru kenyataannya sebaliknya. Mengurangi iklan rokok tersebut perlu kita lakukan sebab merokok jelas merugikan kesehatan kita.
    Seorang suami yang merokok di rumah telah membuat istri dan anaknya juga terpapar oleh asap rokok. Pekerja yang merokok di kantor juga telah membuat teman lainnya terpapar. Ada sekitar 85% asap rokok dalam ruangan merupakan asap samping (sidestream smoke) dari ujung rokok yang membara. Asap inilah yang diisap oleh perokok pasif yang kadarnya lebih tinggi dari yang diisap oleh perokok. Oleh karena itulah menjadi perokok pasif sangat berbahaya.
   
Kawasan tanpa rokok
    Menindaklanjuti Undang-Undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009 tentang kawasan tanpa rokok (KTR) Pemerintah Provinsi Bali membuat Perda Nomor 10 Tahun 2011 menetapkan kawasan tanpa rokok antara lain hotel, restoran, kawasan wisata, tempat ibadah, fasilitas layanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, angkutan umum termasuk angkutan wisata. Kemudian perkantoran pemerintah baik sipil maupun TNI/Polri, pasar modern, pasar tradisional, tempat hiburan, terminal, dan bandara.
    Terbentuknya perda kawasan tanpa rokok (KTR) di Provinsi Bali sangatlah kita sambut baik. Ini adalah momentum yang baik untuk melangkah lebih lanjut mewujudkan KTR di tempat-tempat lainnya. Semua orang harus terlindung dari paparan asap rokok. Kebijakan yang efektif dengan membentuk kawasan 100% bebas asap rokok karena pembuatan ruangan khusus merokok kurang efektif.
    Perda tersebut dibuat untuk melindungi para perokok dan bukan perokok dari dampak zat adiftif rokok. Larangan merokok di tempat kerja justru bermanfaat pada perokok dan non perokok. Pertama, dapat mengurangi paparan asap rokok pada non perokok. Kedua, mengurangi konsumsi rokok pada para perokok. Ketiga, menghemat uang untuk pembelian rokok sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya. Keempat, dapat menghemat biaya untuk kebersihan, mengurangi risiko kebakaran, absensi kerja dll.
    Adapun kendala dalam mewujudkan KTR yakni masih belum adanya kesadaran masyarakat terhadap dampak dan niat untuk berhenti merokok menjadi salah satu kendalanya. Peraturan daerah tentang kawasan bebas rokok yang belum tersosilisasikan dengan baik. Sanksi yang masih kurang tegas juga menjadi hambatan dalam mewujudkan kawasan bebas rokok.
    Dengan terbentuknya Perda tentang KTR adalah salah satu langkah strategis yang baik dalam mewujudkan KTR. Selanjutnya dalam implementasi dilapangan perda tersebut tidak hanya sebagai peraturan saja perlu adanya kesepakatan bersama untuk mewujudkannya. Sosilisasi tentang perda KTR perlu terus dilakukan sehingga bisa segera diimplementasikan. Perda tersebut juga sebaiknya diikuti oleh peraturan dibawahnya di masing-masing kabupaten/kota sehingga memiliki kekuatan hukum yang baik. Kerjasama antara lembaga swadaya masyarakat dan lembaga profesi untuk turut serta mendukung terwujudnya KTR diperlukan.
    Perokok muda adalah salah satu target potensial dari perusahaan rokok. Adanya edukasi yang baik di keluarga, sekolah dan universitas mengenai bahaya merokok sangatlah penting. Program seperti ini perlu dilaksanakan sehingga ada upaya preventif dan promotif dalam penanggulangan rokok. Selama ini sekolah memang melarang siswa untuk merokok. Namun pemahamannya tentang rokok dirasakan masih kurang. Apalagi akibat pergaulan dan lingkungan keluarga yang merokok, Hal ini dapat memicu mereka menjadi perokok muda.

Tuesday, March 27, 2012

Pengaruh kenaikan BBM pada ekonomi, pendidikan dan kesehatan



Oleh : Sang Gede Purnama

            Kebijakan pemerintah untuk menaikan harga BBM pada bulan April ini menyebabkan adanya pro dan kontra di masyarakat. Salah satu alasan pemerintah yang diungkapkan adalah naiknya harga minyak dunia sehingga subsidi BBM membebani anggaran APBN pemerintah. Kenaikan BBM adalah salah satu solusi yang akan dilaksanakan dan tentu saja membebani banyak masyarakat.
            Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki berbagai sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia juga cukup besar baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dibandingkan Negara lainnya potensi pasar Indonesia cukup besar sebut saja negara tetangga seperti Singapura, Malaysia mereka sudah semakin maju. Bahkan Negara seperti Belanda, Swiss, Jepang mereka Negara yang tidak memiliki sumber daya alam yang besar tetapi kemajuannya luar biasa. Mengapa Indonesia yang begitu banyak sumber daya alam dan manusianya belum mampu seperti mereka ?
            Bagaimana kita mengelola negara ini ? kalau kita hanya sebagai bangsa konsumtif maka kita akan dimanfaatkan sebagai pasar bagi banyak Negara, karena memang jumlah penduduk kita yang sedemikian besar tingkat kebutuhannya tinggi sungguh menarik bagi negara produsen produk. Oleh sebab itulah saatnya Indonesia berusaha mengurangi impor dan meningkatkan ekspor. Dengan demikian maka neraca keuangan negara akan menjadi sehat.
            Kebijakan menaikan BBM tentu saja akan meningkatkan pemasukan pemerintah dan dapat digunakan untuk melakukan perencanaan pembangunan negara. Namun permasalahan klasik negara ini adalah dalam pengaturan anggaran pemerintah. Kemanakah prioritas anggaran yang besar tersebut akan dialokasikan?. Kalau salah maka menaikan harga BBM justru hanya akan memberatkan masyarakat.
            Beberapa sektor vital yang terpengaruh adalah ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Dari sektor ekonomi masyarakat, akan berdampak pada menurunya daya beli masyarakat karena kenaikan harga BBM maka akan dibarengi dengan kenaikan tarif listrik, transportasi dan berbagai jenis produk. Golongan masyarakat yang paling terkena dampaknya adalah masyarakat miskin. Kebijakan pemerintah dalam memberikan bantuan langsung tunai sangat bermanfaat bagi golongan ini. Setidaknya dalam  jangka pendek ekonomi mereka dapat terbantu. Selanjutnya anggaran tersebut harus mampu dipergunakan dalam meningkatkan ekonomi mikro. Kegiatan perdagangan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri perlu ditingkatkan dan dipenuhi sehingga mengurangi impor, kemudian jika bisa produk kita di ekspor ke negara lain. Janganlah kita menjadi ketergantungan dengan barang impor terus.
            Biaya pendidikan terutama pendidikan menengah atas dan pendidikan tinggi akan semakin meningkat. Jangkauan masyarakat ekonomi rendah akan sulit untuk melanjutkan pendidikan karena terbatasnya pendapatan dan harga yang semakin tidak terjangkau. Fasilitas sekolah yang terbatas dan bangunan yang rusak juga masih banyak. Belum lagi di beberapa daerah jumlah sekolah tidak sebanding dengan jumlah penduduknya. Kebijakan pemerintah dengan memberikan dana BOS adalah sudah tepat. Subsidi BBM dapat juga perlu diprioritaskan pada pembangunan sekolah, fasilitas sekolah dan beasiswa pendidikan tinggi bagi anak yang berprestasi. SDM berpendidikan adalah investasi bangsa Indonesia kedepannya.
            Pemerintah semestinya menyiapkan perencanaan jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia sehingga bisa di latih mencapai tujuan tertentu. Seperti contohnya kalau ingin membuat mobil maka kirimlah orang dalam jumlah tertentu untuk belajar ke Negara maju. Selanjutnya setelah selesai pendidikan mereka diberikan fasilitas untuk mengembangkan kemampuanya hingga mampu membuat pabrik sendiri. Dengan demikian maka tidak akan rugi mengirim orang belajar. Kenyataanya dari tahun 1970, program beasiswa seperti ini tidak jelas alurnya sehingga tenaga ahli yang sudah datang tidak diberdayakan dengan baik.
            Sektor kesehatan akan terkena dampaknya dimana biaya kesehatan yang meningkat menyebabkan jangkauan layanan kesehatan menjadi sulit. Ekonomi masyarakat yang rendah biasanya berhubungan dengan kondisi sanitasi lingkungan yang tidak sehat. Meningkatnya kejadian gizi kurang dan gizi buruk akibat terbatasnya pendapatan. Hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah selain hanya memberikan jaminan kesehatan masyarakat juga memberikan pembinaan kesehatan pada masyarakat. Peranan puskesmas sebagai ujung tombak kesehatan masyarakat harus dikembalikan peranan utamanya dala upaya pencegahan penyakit. Merevitalisasi program posyandu dalam membina kesehatan masyarakat dan mendeteksi secara dini tumbuh kembang anak.

Penulis adalah pengamat masalah kesehatan masyarakat.

Tuesday, March 13, 2012

PLASMODIUM VIVAX


 Hospes dan nama penyakit
      Manusia merupakan hospes perantara parasit ini, sedangkan hospes defenitifnya adalah nyamuk Anopheles betina. P.vivak menyebabkan malaria vivak dan disebut juga malaria tersiana.
Distribusi geografik
      Spesies ini terdapat di daerah subtropic, dapat juga ditemukan didaerah dingin (rusia); didaerah tropic Afrika, terutama Afrika Barat, spesies ini jarang ditemukan. Di Indonesia spesies tersebut tersebar diseluruh kepulauan dan pada umumnya di daerah endemic mempunyai frekuensi tertinggi diantara spesies yang lain.

Morfologi dan daur hidup
      Dengan tusukan nyamuk Anopheles betina sporozoit dimasukan melalui kulit ke peredaran darah perifer manusia. Setelah kira-kira setengah jam sporozoit masuk dalam sel hati dan tumbuh menjadi skizon hati dan sebagian menjadi hipnozoit. Skizon hati berukuran 45 mikron dan membentuk kira-kira 10.000 merozoit skizon hati ini masih dalam daur pra-eritrosit atau daur eksoeritrosit primer yang berkembangbiaknya secara aseksual dan disebut skizogoni hati.
      Hipnozoit tetap beristirahat dalam sel hati selama beberapa waktu (sampai kira-kira 3 bulan) sampai aktif kembali dan mulai dengan daur eksoeritrosit sekunder. Merozoit dari skizon hati masuk ke peredaran darah menghinggapi eritrosit dan mulai dengan daur eritrosit untuk pembiakan aseksual (skizogoni darah). Merozoit skizon eritrosit tumbuh menjadi tropozoit muda yang berbentuk cincin, besarnya kira-kira 1/3 eritrosit, dengan pulasan gimsa sitoplasmanya berwarna biru, inti merah, mempunyai vakuola yang besar. Eritrosit dihinggapi parasit P. Vivax mengalami perubahan yaitu menjadi besar, berwarna pucat dan tampak titik-titik halus berwarna merah, yang bentuk dan besarnya sama dan disebut titik Schffner. Kemudian tropozit muda menjadi trofozoit stadium lanjut (trofozoit tua) yang sangat aktif sehingga sitoplasmanya tampak berbentuk ameboid. Pigmen dari parasit ini menjadi makin nyata dan berwarna kuning tengguli. Skizon matang dari daur eritrosit mengandung 12-18 merozoit dan mengisi selurih eritrosit dengan pigmen berkumpul di bagian tengah atau di pinggir. Daur eritrosit pada P. vivax berlangsung 48 jam dan terjadi secara sinkron. Walaupun demikian dalam darah tepi dapat ditemukan semua stadium parasit dari daur eritrosit, sehingga gambaran dalam sediaan darah tidak uniform, kecuali pada hari-hari permulaan serangan pertama.
      Setelah daur eritrosit berlangsung beberapa kali, sebagian merozoit yang tumbuh menjadi tropozoit dapat membentuk sel kelamin yaitu makrogametosit dan mikrogametosit (gametogoni) yang bentuknya bulat atau lonjong, mengisi hampir seluruh eritrosit dan masih tampak titik Schuffner di sekitarnya. Makrogametosit (betina) mempunyai sitoplasma yang berwarna biru dan inti kecil, padat dan berwarna merah. Mikrogametosit (jantan) biasanya bulat, sitoplasma berwarna pucat, biru kelabu dengan inti yang besar, pucat dan difus. Inti biasanya terletak ditengah. Butir-butir pigmen baik pada mikrogametosit maupun makrogametosit jelas dan tersebar pada sitoplasma.
      Dala nyamuk terjadi daur seksual (sporogoni) yang berlangsung selama 16 hari pada suhu 200C dan 8-9 hari pada suhu 270C. Dibawah 150C perkembangbiakan secara seksual tidak mungkin berlangsung. Ookista muda dalam tubuh nyamuk mempunyai 30 – 40 butir pigmen berwarna kuning tengguli dalam bentuk granula halus tanpa susunan khas.



Patologi dan gejala klinis
                  Masa tunas intrinsic biasanya berlangsung 12-17 hari tetapi pada beberapa strain P. vivax dapat sampai 6-9 bulan atau mungkin lebih lama. Serangan pertama dimulai dengan sindrom prodromal; sakit kepala, sakit punggung, mual dan malaise umum. Pada relaps sindrom prodromal ini ringan atau tidak ada. Demam tidak teratur pada 2-4 hari pertama, tetapi kemudian menjadi intermitten dengan perbedaan yang nyata pada pagi dan sore hari, suhu meninggi dan kemudian turun menjadi normal. Kurva demam pada permulaan penyakit tidak teratur disebabkan karena adanya beberapa kelompok (brood) parasit yang masing-masing mempunyai saat sporulasi tersendiri, hingga demam tidak teratur tetapi kemudian kurva demam menjadi teratur dengan periodisitas 48 jam. Serangan demam terjadi pada siang atau sore hari dan mulai jelas dengan stadium menggigil, panas, berkeringat. Suhu badan dapat mencapai 40,60C  (1050F) atau lebih. Mual dan muntah serta herpes pada bibir dapat terjadi. Pusing, mengantuk atau gejala lain yang ditimbulkan oleh iritasi serebral dapat terjadi tetapi hanya berlangsung sementara. Anemia pada serangan pertama biasannya belum jelas atau tidak berat tetapi pada malaria menahun menjadi lebih jelas.
                  Malaria vivax yang berat pernah dilaporkan di Uni Soviet tetapi komplikasi ini berhubungan dengan adanya malnutrisi atau penyakit lain yang menyertainya. Malaria vivax penting bukan karena angka kematiannya tetapi karena kelemahan penderita yang disebabkan oleh relapsnya. Limpa pada serangan pertama mulai membesar, dengan konsistensi lembek dan mulai teraba pada minggu kedua. Pada malaria menahun menjadi sangat besar, keras dan kenyal. Trauma kecil (misalnya pada suatu kecelakaan) dapat menyebabkan rupture pada limpa yang membesar, tetapi hal ini jarang terjadi. Pada permulaan serangan pertama, jumlah parasit P. vivax kecil dalam peredaran darah tepi tetapi bila demam tersiana telah berlangsung, jumlahnya bertambah besar. Kira-kira satu minggu setelah serangan pertama, stadium gametosit tampak dalam darah. Suatu serangan tunggal yang tidak diberi pengobatan, dapat berlangsung beberapa minggu dengan serangan demam yang berulang-ulang. Pada kira-kira 60% kasus yang tidak diberi pengobatan atau yang pengobatanya tidak adekuat, relaps timbul sebagai rekrudesensi (recrudescence) atau short term relaps.
Diagnosis
      Diagnosis malaria vivax ditegakan dengan menemukan malaria vivax pada sediaan darah yang dipulas dengan giemsa.

Prognosis
      Prognosis malaria vivax biasanya baik tidak menyebabkan kematian. Bila tidak diberi pengobatan, serangan pertama dapat berlangsung 2 bulan atau lebih. Rata-rata infeksi malaria vivax tanpa pengobatan berlangsung 3 tahun, tetapi pada beberapa kasus dapat berlangsung lebih lama, oleh karena itu sifatnya relaps yaitu rekrudesensi dan rekurens. 

Sumber : Gandahusada, T. dkk, 1997, Parasitologi kedokteran,Jakarta, fak. Kedokteran UI,


Epidemiologi malaria




Hospes

            Parasit malaria termasuk dalam genus Plasmodium. Pada manusia terdapat 4 spesies yakni Plasmodium vivax, Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae dan Plasmodium ovale. Pada kera ditemukan spesies parasit malaria yang hampir sama dengan manusia antara lain Plasmodium cynomolgi menyerupai plasmodium vivax, plasmodium knowlesi meyerupai Plasmodium falciparum dan Plasmodium malariae. Plasmodium rodhaini dari simpanse Afrika dan Plasmodium brasilianum pada kera di Amerika Selatan sama dengan malariae pada manusia. Manusia dapat diinfeksi oleh parasit malaria kera secara alami dan eksperimental, begitupun sebaliknya.

Siklus hidup
            Siklus hidup parasit malaria berawal ketika seekor nyamuk betina menggigit penderita malaria. Nyamuk mengisap darah yang mengandung parasit malaria, yang selanjutnya akan berpindah ke dalam kelenjar liur nyamuk.  Jika nyamuk ini kembali menggigit manusia, maka parasit akan ditularkan melalui air liurnya. Di dalam tubuh manusia, parasit masuk ke dalam hati
dan berkembangbiak disana. 
            Proses ini terdiri dari fase seksual eksogen (sporogoni) dalam badan nyamuk Anopheles dan fase aseksual (skizogoni) dalam badan hospes vertebrata. Fase aseksual mempunyai 2 siklus yaitu pertama daur eritrosit dalam darah (skizogoni eritrosit) dan kedua siklus dalam sel parenkim hati (skizogoni eksoeritrosit).
            Pematangan parasit berlangsung selama 2-4 minggu, setelah itu mereka akan meninggalkan hati dan menyusup ke dalam sel darah merah. Parasit berkembangbiak di dalam sel darah merah dan pada akhirnya menyebabkan sel yang terinfeksi ini pecah. Plasmodium vivax dan Plasmodium ovale mungkin akan tetap berada di dalam sel-sel hati dan secara periodik akan melepaskan parasit yang matang ke dalam aliran darah, sehingga menyebabkan serangan dari gejala-gejala malaria. Plasmodium falciparum dan Plasmodium malariae akan keluar dari hati. Jika infeksi tidak diobati atau diobati tidak sampai tuntas, maka bentuk Plasmodium falciparum dewasa akan tetap berada di dalam darah selama berbulan-bulan dan Plasmodium malariae dewasa tetap berada di dalam darah selama bertahun-tahun, menyebabkan serangan gejala malaria yang berulang-ulang.